DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA NASA. MELAYANI PEMESANAN PRODUK KE SELURUH NUSANTARA DAN MANCANEGARA BPK. ECEP KUSWANDI CALL WA : 0822 7133 7101

CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN KOPI

CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN KOPI

Kami adalah agen resmi dari PT. Natural Nusantara. berikut CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN KOPI dengan produk nasa.

Kami merupakan agen, stockist resmi Atas nama ECEP KUSWANDI. 
Telp/Sms/Wa : 0822 7133 7101

Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Kopi memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai sumber penghasilan bagi tidak kurang satu setengah juta jiwa petani Indonesia, kopi juga menjadi komoditas andalan ekspor dan sumber pendapatan devisa negara. Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempati peringkat ke empat terbesar di dunia. 



Semakin banyak buah kopi yang sanggup diproduksi oleh suatu tanaman, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan didapatkan. Sehingga petani berlomba-lomba melakukan upaya perawatan sedemikian rupa agar tanaman kopi miliknya mampu berbuah lebat.

Setidaknya ada 3 tahapan yang harus diperhatikan untuk meningkatkan produktifitas tanaman kopi yaitu pemupukan berimbang, pemangkasan dan Wiwilan.

1. Pemupukan berimbang

Tujuan pemupukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman kopi dan memperbaiki struktur kondisi media tanam. Apabila kebutuhan hara tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan tanaman akan terhambat , kurus, layu dan tidak produktif. Pemupukan tanaman kopi harus dilakukaj secara tepat, baik tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis maupun tepat cara pemberiannya. Biasanya frekuensi pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Berikut ini jadwal pemupukan tanaman kopi :

  • a. Tahun pertama ; setiap tanaman dipupuk sebanyak 2 kali dalam setahun  menggunakan urea 25 gr, SP-36 25 gr, dan KCL 20 gr.
  • b. Tahun kedua : Pemupukan dilakukan memakai urea 150 gr, SP-36 70gr, dan KCL 40 gr pertanaman
  • c. Tahun ketiga : Pupuk yang digunakan pada tahap ini meliputi urea 75 gr, SP-36 70 gr, dan KCL 40 gr untuk setiap tanaman
  • d. Tahun keempat : Masing-masing tanaman kopi ditaburi pupuk setahun 2 kali dengan takaran urea 100gr, SP-36 90 gr, dan \kcl 40 gr.
  • e. Tahun kelima hingga kesepuluh : setiap dua kali setahun setiap tanaman kopi dipupuk menggunakan urea 150 gr, SP-36 10 gr, dan KCL 60 gr.
  • f. Tahun kesepuluh dan seterusnya : aplikasi pupuk dikerjakan juga dua kali setahun dengan dosis urea 200gr, SP-36 175 gr, dan KCL 80 gr.

 Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertaniam setempat



Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon atau siram atau kocorkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air setiap 3-6 bulan sekali.

Apabila tanaman sudah berproduksi tambahkan pupuk khusus pembuahan, yaitu POWER NUTRITION. POWER NUTRITION adalah pupuk organik yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang mengoptimalkan pertumbuhan dan meningkatkan produksi buah pada tanaman kopi. POWER NUTRITION dibuat dari beragam bahan alami yang mengandung unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan pembuahan. Pemberian POWER NUTRITION bisa dicampurkan dengan pemupukan SUPERNASA dengan dosis sama seperti dosis pemberian SUPERNASA.

Untuk pemeliharaan semprotkan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1-2 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali.



I. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

a. Hama

Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun . Pencegahan dengan PESTONA atau BVR secara bergantian.
Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. Pencegahan dengan PESTONA.
Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda, pencegahan gunakan PESTONA, BVR atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

b. Penyakit

Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix , preventif semprotkan Natural GLIO.
Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban , kerok dan preventif oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA.
Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu, menggantung dan gugur. preventif dengan Natural GLIO.
Penyakit akar coklat penyebabnya : Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis preventif dengan Natural GLIO.
Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO.
Penyakit mati ujung pada ranting.Penyebabnya Rhizoctonia. Preventif gunakan Natural GLIO.
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

2. Pemangkasan

Pemangkasan dilaksanakan dengan menghilangkan beberapa bagian tanaman kopi yang dianggap berpenyakit, cacat dan tidak produktif. Hal ini bertujuan untuk menigkatkan produktifitas pohon kopi serta membersihkan gulma yang tumbuh disekitarnya. Proses pemangkasan dapat dilakukan 2 kali setahun dan bisa dikerjakan bersamaan dengan penggemburan tanah.

Terdapat tiga jenis pemangkasan tanaman kopi yang perlu dilakukan antara lain pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan pemudaan.

a. Pemangkasan bentuk : tinggi pangkasan bentuk berkisar 1,5-1,8 meter dengan melakukan pemangkasan cabang primer teratas sebanyak 1 ruas pada akhir musim penghujan.

b. Pemangkasan produksi yaitu membuang wiwilan yang tumbuh keatas, cabang cacing, cabang balik dan cabang yang terserang hama sebanyak 3-4 kali setahun pada awal musim penghujan

c. Pemangkasan pemudaan dikhususkan pada tanaman tua dan tingkat produksi nya rendah dengan memotong miring batang setinggi 40-50 cm dari leher akar pada awal musim penghujan . Kemudian bekas potongan tersebut ditutupi aspal dan tanah disekitarnya kemudian dicangkul dan langsung dipupuk. Pelihara hanya 1-2 tunas yang pertumbuhan nya bagus . kemudian setelah dewasa tunas ini disambung dengan jenis kopi yang mutunya lebih baik.

 

3. Wiwilan

Agar kopi dapat menghasilkan buah dengan kapasitas yang banyak perlu dilakukan juga tahap wiwilan. Pada dasarnya ada dua jenis wiwilan untuk tanaman kopi yaitu wiwil kasar dikerjakan setiap bulan dan wiwil halus sekitar 3-4 bulan sekali.

Adapun cara wiwilan adalah dengan membuang cabang yang pertumbuhan nya kurang baik seperti tunas air, cabang kipas dengan harapan melakukan wiwilan maka pertumbuhan tanaman secara generative tidak terganggu sehingga mampu berbuah lebat, sehat dan bernas.

Untuk info dan pemesanan produk Nasa hubungi :
ECEP KUSWANDI. N-561020
Telp/Sms/Wa ; 0822 7133 7101 / 0821 1698 3668
Email : ecepkuswandi86@gmail.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN KOPI"

Posting Komentar